Sunday, 7 June 2009

Déjà vu, Alam Semesta, dan Lauh Mahfuzh

Dah lama gak posting, tapi ingat janji kemarin yang mau memuat tentang déjà vu jadi merasa berhutang, he2. Jadi aku coba memahami buku Pak Agus, yang menurut saya sulit dipahami, tapi tetap menarik. Tulisan ini saya jiplak (he2) dari buku itu, dan coba menuliskannya dengan urutan yang menurut saya agak enak diikuti. Mungkin masih banyak pandangan lain tentang déjà vu dan peciptaan alam semesta serta hubungannya denga Lauh Mahfuzh, tapi saya suguhkan yang saya tahu saja.

Mengambil dari Buku Pak Agus Mustofa, kalau 70% penduduk bumi mengalami deja vu yang dalam bahasa aslinya (Prancis) artinya “pernah melihat”. Dengan pendapat ini, para ahli psikologi mencoba melakukan eksperimen dengan memanfaatkan jasa hipnotis. Beberapa sukarelawan diminta untuk melihat benda tertentu dan mengingatnya lalu mereka dihipnotis sehingga lupa terhadap benda itu. Ketika benda itu diperlihatkan, mereka merasakan suasana seperti deja vu. Tapi teori ini di bantah oleh sejumlah pakar dan orang-orang yang mengalaminya sendiri seperti yang dialami Putri dari Pak Agus yang mengalami deja vu di Australia.

Teori yang kedua adalah “penundaan penglihatan” . Dikatakan, bahwa sebelum mata melihat kejadian tersebut, sebenarnya realitas itu sudah sampai ke otak lebih dulu beberapa menit. Dan saat saya chat dengan salah satu teman, kalau deja vu itu terjadi karena perbedaan waktu menangkap kejadian antara mata kiri dan kanan. Tetapi teori-teori kurang meyakinkan karena orang yang buta pun mengalami deja vu.

Teori yang ketiga dikemukakan oleh kalangan Budha. Menururt mereka, deja vu menjadi pembenar reinkarnasi. Bahwa penglihatan yang kita lihat sekarang sebenarnya adalah kejadian dari kehidupan masa lalu yang datang kembali ke masa sekarang.

Teori yang keempat adalah déjà vu sebenarnya adalah peristiwa yang memang benar-benar terjadi di “dunia parallel”. Karena semua peristiwa itu sebenarnya sudah ada dan tersimpan di dalam kitab induk (server atau data base) alam semesta, yang kita kenal sebagai Lauh Mahfuzh.

Lauh Mahfuzh ada disisi ‘arsy Allah dan segala sesuatu yang terjadi di alam semesta telah tertulis di Lauh Mahfuzh. Lalu apakah sebenarnya alam semesta itu? Berikut teori penciptaan alam semesta menurut pak Agus.

Alam Semesta diciptakan Allah berbahan dasar energi, yaitu saat terjadinya sop kosmos (cikal bakal alam semesta) yang berupa lautan energi semata. Bersamaan dengan itu, Allah menciptakan Ruang dan Waktu sebagai wadah bagi proses-proses yang erlangsung
Sesaat berikutnya diciptakan materi, yang merupakan bentuk lain dari energi, materi merupakan energi yang menggumpal. Materi dan energi bisa bolak-balik berubah satu sama lain.
Dalam waktu yang bersamaan Allah menciptakan informasi sebagai pengisi setiap energi, materi, ruang dan waktu. Informasi adalah “kalimat” Sang Pencipta yang disampaikan kepada makhluknya.
Informasi ini meresap ke dalam energi, materi, ruang dan waktu dalam bentuk urutan dan kombinasi kode-kode. Atau ”tanda-tanda” dalam istilah Al Quran. Ibaratnya, huruf-huruf yang membentuk kata, membentuk kalimat, membentuk paragraph-pragraf, menjadi bab, dan akhirnya menjadi buku.
Jadi alam semesta ini adalah buku. Di dalamnya terdapat informasi berupa kata-kata dan kalimat-kalimat yang menceritakan segala sesuatu : benda, sejarah, peristiwa, kehidupan, kematian, kebahagiaan, penderitaan, bahkan sampai kehancuran alam semesta ini di akhir sejarah waktu. Seluruh isi cerita buku ini sudah selesai dituliskan pengarangnya-Allah. Dia sudah tau awal cerita, isi cerita, dan akhhir cerita. Kita pun sebenarnya “boleh jadi” bias mengetahui cerita-cerita di bab-bab berikutnya, meskipun kita masih di bab-bab awal. Misalnya lewat mekanisme deja vu.

Sepertinya memerlukan pemaparan detail mengenai mekanisme déjà vu. Sambil memahami lagi buku Pak Agus, mekanisme Déjà vu InsyaAllah akan jadi bahan berikutnya dalam artikel blog ini.

Tuesday, 14 April 2009

THE LAW OF ATTRACTION

Dalam buku “Membongkar Tiga Rahasia”, Agus mustofa menyatakan bahwa alam semesta ini adalah lautan energi yang luar biasa besarnya, dari sebuah atom (yang jika dipecah lagi menjadi partikel subatomik, seperti elektron, neutron dan proton, dan lebih kecil lagi menjadi quark) hingga gugusan galaksi yang masing-masing merupakan gumpalan energi yang bergetar. Begitu juga dengan diri kita sendiri, dari organ-organ tubuh, panca indera, dan otak kita adalah gumpalan energi yang bergetar.

Sebagai contoh, jika kita melihat bunga yang berwarna merah, kenapa bunga itu berwarna merah? Karena benda itu memancarkan gelombang dengan frekuensi

tertentu dengan panjang gelombang 625-740 nanometer (nanometer = seper satu miliar meter), artinya warna itu hanyalah getaran-getaran energi belaka. Hal ini sama persis dengan kita menonton televisi, warna yang muncul adalah gelombang elektromagnetik bergetar dari tabung elektronik. Demikian juga dengan suara, rasa, bau dan hasil dari panca indera hingga alam semesta ini adalah gupalan energi yang bergetar.

Dus, kira-kira apa yang dapat kita ambil dari hal itu? Jika kita sudah yakin dengan konsep alam semesta yang merupakan gumpalan energi yang bergetar, setiap diri kita memiliki pemancar getaran, apakah itu? Pemancar itu adalah pikiran dan perasaan kita. Akal pikiran kita yang terdiri dari pikiran dan perasaan merupakan transmitter (pemancar) sekaligus receiver (penerima ) getaran yang luar biasa. Kalau pikiran dan perasaan kita memancarkan energi negatif, maka seluruh lautan energi teresonansi menjadi negatif. Lautan yang negatif itu lantas kita tangkap kembali pantulannya lewat receiver kita sendiri sebagai energi yang negatif pula.

Demikian juga jika memancarkan energi positif, maka seluruh lautan energi akan beriak positif. Pantulannya akan diterima sebagai energi yang positif pula. Mungkin karena hal itulah Allah SWT berfirman dalam QS Fush shilat (41) : 46 “ Barangsiapa berbuat kebaikan maka hasilnya untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat kejahatan maka (akibatnya) untuk dirinya sendiri, Tuhanmu sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba(Nya).”

Oleh karena itu, hati-hati bermain dengan pikiran dan perasaan kita, karena setiap yang kita pikirkan dan kita rasakan, gelombangnya akan langsung terpancar ke alam semesta. Tidak bias disembunyikan. Meskipun tidak terlihat dan tidak terdengar, pancaran gelombang itu tetap saja terpancar ke sekeliling kita dan nyemplung dalam lautan energi alam semesta dan menimbulkan riak-riak gelombang yang suatu saat akan kembali kepada kita.


Monday, 23 March 2009

Korelasi Hati dan Pikiran

Menceritakan kembali acara Mario Teguh tentang hati di Golden Ways. Menurut Mario Teguh, hati kita adalah lautan yang paling luas. Tapi tidak semua orang memiliki hati yang seluas itu. Diri kita sendirilah yang membuat seberapa luas hati kita. Seperti posting saya pada masa blog ini masih muda (he,,3x, pas masih awal ngeblog maksudnya) saya mengibaratkan tentang hati yang ibarat segelas air putih, satu ember air, atau pun sebuah danau. Getirnya kehidupan diibaratkan dengan segenggam garam. Jadi dimanakah garam itu akan kita tempatkan. Dengan kita sadari atau tidak, dengan persetujuan kita atau tidak, getirnya kehidupan akan masuk ke dalam hati kita, Yang menjadi permasalahannya adalah
seberapa luas hati yang kita miliki. Semakin luas hati yang kita miliki, maka semakin melimpah air untuk melarutkan getirnya kehidupan ini sehingga hilangkah rasa getir dari garam itu. Demikian juga sebaliknya, jika hati kita hanya ibarat segelas air, maka getirnya kehidupan akan kita rasakan sebagai sesuatu yang sangat pahit..

Dus, bagaimana cara memperluas hati kita? Salah satu caranya yaitu dengan menggali berbagai informasi. Bagaimana cara menggali informasi? Caranya dengan menggunakan akal pikiran yang kita miliki. Kita ibaratkan pikiran sebagai sebuah lingkaran, dan hati ada dalam lingkaran itu. Jika kita membuka satu celah pada lingkaran itu (Pikiran kita-red) kita mendapatkan masukan informasi dan jika kita membuka beberapa celah pada pikiran kita, maka informasi yang masuk ke dalam hati juga akan semakin bertambah dan semakin luas. Jadi, potensi luasnya hati juga ditentukan oleh akal pikiran kita. Jangan kecilkan potensi hati kita untuk meluas hanya karena sempitnya pemikiran kita.

Itulah mengapa Tuhan berfirman kepada kita untuk berfikir (misalnya pada beberapa akhiran ayat yang berbunyi “,,,,,,kenapa kamu tidak berfikir”, itulah perintah Allah agar kita senantiasa menggunakan akal pikiran kita). Ada beberapa kriteria hati yang di kriteriakan oleh Aa Gym, yaitu Hati yang mati, Hati yang sakit dan Hati yang sehat (mungkin akan saya posting di lain kesempatan).

Tenangkanlah hati kita, karena hanya dengan hati yang tenang kita dapat meresapi nikmatnya kegetiran ataupun anugerah yang telah Tuhan berikan pada kita. Katakanlah pada diri anda, “Saya mempunyai hati yang luas, karena itu Tuhan memberikan kegetiran hidup pada hati saya, karena Dia tahu saya dapat menerima kegetiran ini, karena orang lain belum tentu memiliki hati yang luas seperti saya “. Mungkin ada yang bilang narziz, tapi saat kita menerima anggapan orang yang bilang kita narsis adalah bukti nyata bahwa kita memang memiliki hati yang luas. SALAM SUPER,,,,,!!!!!!

Thursday, 5 March 2009

(Gak aku kasih judul deh!)

Puncak krisis keuangan global akan segera tiba, menurut para ekonom, puncak krisis terjadi pertengahan tahun 2009 ini. Banyak yang merasa was-was dengan kondisi yang akan terjadi, namun ada juga yang masih merasa optimis dengan keadaan yang akan terjadi pada pertengahan tahun ini. Mungkin saya salah satu yang tetap merasa optimis dengan keadaan yang akan terjadi nanti. Dari sejarah krisis ekonomi tahun 1998, perusahaan - perusahaan yang menyikapi positif krisis ekonomi dapat bertahan dan menjadi lebih maju di masa sekarang.

Begitu juga saat ini, ibarat menggali sumur di musim kemarau. Jika kita menggali sumur di musim penghujan, kita akan dengan mudah mendapatkan air, sumur yang kita gali tidak akan terlalu dalam. Namun pada saat musim kemarau tiba, persediaan air di sumur akan habis. Jika kita menggali pada musim kemarau, maka pada musim kemarau ataupun musim penghujan, sumur kita masih mempunyai persediaan air.

Seperti pepatah di negeri Tibet mengatakan “Musibah seharusnya dimanfaatkan menjadi sumber kekuatan”. Tidak perduli seberapa kesulitan yang kita alami, betapa menyakitkkan keadaan tersebut, Jika kita sampai kehilangan harapan, maka itu benar-benar merupakan musibah.

Bukankah kesulitan - kesulitan yang kita hadapi yang membuat diri kita menjadi lebih berkualitas? Jika kita berhasil melewati rintangan hidup yang menurut kita sangat berat (pada saat itu) maka ingatlah hal itu, karena itu akan menjadi motor penggerak untuk kita menghadapi rintangan yang sedang kita hadapi saat ini. Menurut anda, apakah yang akan meningkatkan kualitas diri anda, hanya ada dua kemungkinan kondisi, yaitu kondisi baik (nyaman, aman, tidak ada masalah) ataukah masa - masa sulit yang anda hadapi.

Memang ada sebagian orang yang meningkat nilai produktifitasnya pada masa yang aman, nyaman, dan serba enak. Namun tidak sedikit pula yang "jatuh" karena terbuai dengan kenyamanan yang ada. Anda sendirilah yang menentukan kualitas pribadi diri anda. Oleh karena itu, apapun kondisi anda saat ini, entah sedang baik ataupun buruk, hadapilah dengan rasa optimisme.

Suatu hal baik menurut kita, belum tentu baik di sisi Tuhan, buruk di mata kita, belum tentu buruk di sisi Tuhan. Tuhan Maha tahu apa yang kita butuhkan. Berdoalah agar kita diberi petunjuk mendapatkan yang terbaik bagi kita di dunia dan di akhirat.



Saturday, 28 February 2009

Bantuin Basmi Virus Donk,,,!!!!!

AAhh,,,,,,pucink,,,,,kompi aku kena virus,,,pas di scan ama bitdefender ada virus yang namanya namanya Win32.Trafox.B (kalo gak salah sie, tapi kayaknya bener deh, he3)dan satu lagi trojan.autorun,,,hhuuuhh,,,bikin pusing ajah. Dah coba PCMAV, ANSAV, tapi belum kena juga,,,,,mau pake yang installan malah gak bisa di run, jadi virusnya nginfeksi file .exe,,,,bingung juga nie mau minta tolong ama sapa, temen / tetangga gak ada yang familier sama viruz komputer, temen kuliah pada taw juga sie, tapi jaraknya jauh, searching di internet artikelnya lama-lama (g update,,,!!!!)

kalo temen-temen blog ada yang bisa bantu gak nih,,,bantuin donk,,,,tapi aku sebenernya gak mudeng sama istilah-istilah pemrograman. jadi kalo bisa di jelasin dengan seawam-awamnya ya,,,,he3,,,,

Friday, 13 February 2009

Song's Quote

Sedikit beda dari postingan yang kemaren-kemaren, sekarang rileks bentar, nyanyi-nyanyi, lagu cinta, tapi bukan lagu cinta muda-mudi, coz belum punya pacar sie, he3x,,,,jadi lagu cinta secara global aja, lagu yang bisa jadi inspirasi dan motivasi dalam diri.

Lirik-lirik yang (menurut saya) bisa jadi inspirasi (Quote) adalah :

,,,,,, A pebble in the water makes a ripple effect//Every action in this world will bear a consequence//If you wait around forever you will surely drown,,,,,,,
-Face Down- (Red Jumpsuit Apparatus)

,,,,,,, terjebak di ketenangan//air bening yang tak beriak,,,,,
-Impotent- (AHMAD Band)

,,,,,,, I will never know myself until I do this on my own//And I will never feel anything else until my wounds are healed//I will never be anything till I break away from me//I will break away, //I'll find myself today,,,,,,,,,
-Somewhere I Belong- (Linkin Park)

,,,,,, Ini tentang langkah yg kau tentukan//Cara yg kau pakai tuk mencapai sebuah tujuan//Apa artinya kaki,Bila kau tak berjalan//Apa guna mata,Bila tak menatap masa depan//Untuk apa bemimpi, Bila kau tak melangkah// Untuk apa kesempatan, Bila tak ambil celah,,,,,,,,
-Ekspresikan- (Bondan P. & Fade2Black)

Kalo Ronan Keating bilang kalimat di bawah ini sama kita, keren banget ya,,,,ya paling tidak ada orang yang dalam hatinya bilang kayak gini pada kita, he3,,,,,biar kita jadi manusia wajib,,,!!!!

,,,,,, It's amazing how you can speak right to my heart// Without saying a word, You can light up the dark ,,,,,,,,,,
-When U Say Nothing at All- (Ronan K.)

Dan lagu Lentera Jiwa punya Nugie, mungkin banyak juga yang suka, video klipnya juga keren.

,,,,,,, kubiarkan kumengikuti suara dalam hati yang slalu membunyikan cinta// kupercaya dan kuyakini murninya nurani menjadi penunjuk jalanku
lentera jiwaku ,,,,,,,,,,,,
-Lentera Jiwa- (Nugie)

Sebenernya masih banyak sie lirik-lirik yang keren, tapi ‘ntar yang baca (kalo ada yang baca sie, he3) malah bosen. Ada yang mau nambahin? Silahkan. Segini aja dulu dari saya, Semoga Bermanfaat.

Monday, 9 February 2009

Hidup Itu Harus Luas Dan Dalam

Pernah dengar ucapan Mbah Eistein "Science without Religion Is Lame, Religion without Science Is Blind" yang artinya "Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang, Agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta", saya tahu kata-kata itu di Auditorium Fakultas almamater saya dulu, tapi saat itu saya belum tau kalau kata-kata itu punya Mbah Einstein, he3. Kadang kita ragu, bagaimana bisa memadukan agama dengan ilmu pengetahuan secara selaras dan seimbang. Jika saya lihat di lingkungan kita seperti saat ini, antara agama dan ilmu pengetahuan seperti berjalan sendiri-sendiri. Bisa saja kita memiliki pengetahuan yang dalam antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan, tapi sudahkah ada korelasi antara keduanya?Kalau Imam Ghazali mengibaratkan kalau kita menguasai ilmu pengetahuan (sains), berarti kehidupan kita "Luas" dan jika kita mendalami ilmu agama berarti kehidupan kita "Dalam".

Dalam mengambil suatu keputusan maupun tindakan kita harus menggunakan pikiran dan hati. Jika saya lihat, orang yang kuat dalam ilmu agama namun kurang dalam pengetahuan tentang ilmu pengetahuan (sains) akan "buta", seperti ungkapan dari Einstein di atas. Misalnya saja, ada ayat yang menerangkan bahwa Penciptaan Bumi adalah 6 hari atau enam masa, bagi orang yang tidak tahu tentang relativitas waktu, akan secara gamblang menerjemahkan 6 hari seperti waktu hari di bumi, namun bagi orang yang tahu tentang relativitas waktu tentu pemahamannya akan lebih jauh.

Demikian juga dengan orang yang ilmu pengetahuannya sudah sangat dalam, namun ilmu agamanya masih pas-pasan, dia tidak melihat bahwa apa yang diketahuinya sudah termaktub dalam kitab suci, meskipun tidak dijelaskan secara detail. Setiap kitab suci memiliki mukjizat masing-masing, tidak hanya Al Quran, tetapi Injil, Zabur, Taurat, dan sebagainya memiliki mukjizat masing-masing. Sebagai seorang muslim sudah tentu meyakini kitab suci adalah rukun Islam yang ketiga.

Melihat fenomena saat ini, saya cenderung melihat kebanyakan orang hanya memiliki kehidupan yang "Luas" dan "Dalam" saja, namun tentunya juga ada orang yang hidupnya sudah "Luas" dan "Dalam". Bukankah Tuhan menjanjikan derajad yang lebih tinggi bagi orang-orang yang berilmu. Dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki, kita dapat mengambil inspirasi dan motivasi untuk kehidupan kita di tengah masyarakat dan meningkatkan iman kita kepada Sang Maha Pencipta. Kita juga bisa mengambil inspirasi dari kisah-kisah yang pernah ada untuk memotivasi kita menjadi Rahmatan lil 'alamiin. Terima Kasih, Semoga Bermanfaat.

Friday, 6 February 2009

Tak Sempurna

Kita semua tentu memiliki kelemahan atau ketidaksempurnaan dalam diri kita masing-masing, namun dalam menyikapi kelemahan atau ketidak sempurnaan itulah yang berbeda-beda pada tiap diri kita. Sebagian besar orang akan "menyesali" kekurangan dalam dirinya itu. Kita menganggap kekurangan kita menjadi suatu penghambat dalam kita menggapai mimpi. Namun jika kita lihat dari sudut pandang
yang berbeda, kita bisa menggunakan kelemahan kita agar bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain.

Ada kisah seorang yang hidup di pedesaan, Setiap hari dia membawa dua ember air yang dipikul dari sumber air ke rumahnya. Salah satu dari ember itu retak sehingga air yang dibawa dari sumber air ke rumah selalu berkurang. Karena merasa kecewa dengan keadaan dirinya, si ember yang retak merasa bersalah pada sang pemilik, karena hanya separo air yag bisa dibawa. Si ember bilang pada sang pemilik "Maaf, saya sudah mengecawakanmu, karena hanya separuh air yang bisa saya bawa sampai rumah". Dan sang pemilik ember berkata kepada ember yang retak tersebut,"Tidakkah kau lihat di sepanjang jalan tadi ada bunga-bunga yang indah? mereka jadi tumbuh dan berkembang karena air yang keluar dari retakan yang ada pada diri kamu". Dan dengan bunga-bunga itu saya dapat menaruhnya di rumahku.

Apa sih contoh yang nyata dalam kehidupan kita? Sebagai contoh, hal yang paling banyak menjadi masalah bagi kita adalah masalah uang. Sering kita kekurangan secara finansial dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari kita. Itu adalah salah satu kekurangan kita dalam mencari penghasilan, alhasil sebagai solusinya, kita harus pijam uang dari saudara ataupun tetangga untuk menutupi kebutuhan kita. Bias juga kita meminjam ke Bank. Dengan meminjam ke Bank, berarti kita juga sudah membantu Bank tersebut untuk membayar karyawannya. Dan apa kelemahan yang ada pada diri anda? yakinlah bahwa kelemahan itu dapat membuat kita menjadi bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain.

Maka, jangan pernah sesali kekurangan yang ada pada diri kita. Tuhan menciptakan kita berbeda-beda dengan segala kelebihan dan kekurangan tidak lain agar kita dapat saling melengkapi satu sama lain. Perbedaan akan sangat berarti, kalau di dalamnya ada toleransi.Cheers,,,,,!!!!!!

Tuesday, 27 January 2009

Banyak Silaturahim, Banyak Melayani, Banyak Rejeki

Hujan ingatkan aku pada satu kisah KKN di daerah pegunungan di Kendal, tepatnya di Desa Sumberrrahayu. KKN yang mungkin akan dikenang olah masyarakat. Bukan karena apa yang telah saya dan kelompok saya berikan kepada mereka, tapi karena "kesederhanaan" KKN kami yang tanpa adanya perayaan saat kami datang maupun saat perpisahan. Ya, karena KKN saya dan kelompok saya ini KKN alternatif, jadi semua dana, lokasi, program kerja, dan segala tetek bengeknya kami urus secara independent. Tapi untungnya Bapak Kepala Desa waktu itu, Bapak Sugiharto beserta seluruh aparat desa dan masyarakat dapat antusias menerima kami.

Satu hal yang selalu saya ingat dari Pak Lurah yaitu kalimat "Banyak Silaturahim, Banyak Rejeki".Kalimat itu semakin lengkap dengan kalimat yang saya dapat dari Purdi E. Chandra, Pendiri Lembaga Bimbingan Primagama, Isi kalimat itu adalah, "Banyak Melayani, Banyak Rejeki". Dari kedua kalimat tersebut saya sudah mendapatkan contoh yang begitu nyata. Contoh yang begitu jelas yaitu pendiri google, Lary Page dan Sergey Brin, yang dengan semangat melayanai umat dengan memudahkan orang untuk mencari sesuatu, mereka malah mendapatkan "royalti" yang sangat besar. Di samping itu ada juga Mark Zuckerberg yang ingin mengumpulkan teman-teman satu kelasnya dengan facebook-nya.

Dari dua contoh itu, mungkin dapat membakar semangat kita untuk selalu mempererat tali silaturhim dan semangat untuk saling melayani. Dalam buku Robert T. Kiyosaki juga disebutkan, "Kalau kita melayani ribuan orang, maka sebagai timbal balik, maka kita akan menjadi jutawan. Jika kita melayani jutaan orang, maka kitapun akan menjadi miliarder. Namun menurut hemat saya, he3,,,semangat untuk melayani dengan ketulusan tanpa pamrih adalah yang nomor satu, karena dengan ketulusan dan keikhlasan akan mendatangkan kekuatan yang luar biasa dari sisi Tuhan untuk kita.

Dan dengan banyak silaturahim dan banyak melayani dapat mendatangkan rejeki ataupun kemudahan bagi kita maupun bagi saudara kita. Misalnya saja saat kita kesulitan dalam hal finansial, dengan silaturahim maka kita mungkin bisa dapat pinjaman dari sodara kita. Demikian juga saat saudara kita yang dalam kesulitan, maka kita dapat membantu mereka, dan kita juga mendapat pahala atas perbuatan kita tersebut. Jadi, Perbanyaklah silaturahim, Perbanyak Melayani, dan Perbanyak untuk Beramal dan jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan.

Wednesday, 21 January 2009

IRON MAN

IRON MAN yang saya ceritakan di sini bukanlah tokoh dalam Film Box Office,he3 tapi pasti anda pernah mendengar orang bijak yang mengatakan " Untuk menghasilkan besi yang bagus harus ditempa dengan panas yang luar biasa". Kata-kata ini sering digunakan untuk "menghibur" kita yang sedang menghadapi masalah besar. Saat kita diberi ujian oleh Tuhan, berarti kita sedang ditempa Oleh Tuhan agar menjadi manusia yang lebih baik. Dan hasil tempaan itu bergantung dari bagaimana kita menyikapinya, Bahkan rasa sakit dan cinta adalah motivator yang paling kuat bagi manusia.

Tapi mengapa kita diumpamakan sebagai besi? tahukah anda apa kelebihan besi dari logam-logam lainnya. Dan bahkan besi merupakan salah satu surat dalam Kitab Suci Al Quran. Dari sini dapat dilihat bahwa besi memiliki banyak kelebihan dari logam-logam lain. Dari link SCIENCE AND AL QURAN di samping kiri blog dapat diketahui beberapa kelebihan dari besi, yaitu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dan banyak manfaat tentunya.

Seberapa dahsyat sih kekuatan besi itu? bahkan besi ada di dalam darah kita sampai di luar angkasa, dari pusat bumi sampai adanya gravitasi yang membuat manusia bisa tinggal di bumi, dan lebih lengkapnya ada di link di atas. Maksud tulisan saya ini adalah agar kita dapat memiliki kekuatan seperti besi tersebut. Jadi anggaplah diri kita ini besi yang sedang ditempa agar dapat berguna bagi seluruh alam semesta.

Apakah sudah ada contohnya? Tentu,,,jika kita melihat entrepreneur-entrepreneur atau para pengusaha, mereka adalah perumpamaan besi yang nyata. Dalam menjalankan usaha mereka, mereka telah berulang kali dihadapkan dengan masalah-masalah yang kemudian membuat mereka jadi kuat. Dan dengan kekuatan yang dimilikinya itu, mereka bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Motivasi terbesar untuk manusia adalah rasa cinta dan rasa sakit. Jadikanlah diri kita ini berguna bagi orang lain, jangan biarkan diri kita malah menjadi beban orang lain. Tetaplah berfikir positif dan tetap Optimis, SEMANGAT,,,,,!!!!

Pilihlah Aku Jadi ,,,,,,,,,,,,,,

Waaadeeww,,,,,Kebanyakan inspirasi jadi bingung mau mana dulu yang ditulis nih,,,,he3,,,,. Tapi saat ini saya ingin menulis soal pergaulan. Pernahkah anda memperhatikan dengan siapa anda bergaul ataupun berkumpul. Coba anda perhatikan teman-teman anda. Perhatikan karakter mereka, sifat-sifat mereka, pola pikir mereka dan tingkah laku mereka. Adakah kesamaan anda dengan teman-teman anda? kemudian apakah teman - teman anda bergaul memiliki sifat, karakter, pola pikir dan tingkah laku yang sama atau berbeda-beda?

Setelah anda menemukan karakter setiap teman anda, bandingkan dengan diri anda, apakah pola pikir, sifat dan karakter teman-teman anda mempengaruhi karakter dan sifat anda, atau bahkan anda juga sudah terbawa pola pikir mereka. Memang, pola pikir, karakter dan sifat tempat bergaul kita akan cenderung mempengaruhi kita secara keseluruhan. Dan kita juga tidak bisa menghindari hal itu. Namun di sini anda perlu memilih teman pergaulan anda. Hal inilah yang dapat menentukan jalan yang anda tempuh.

Jika anda bergaul dengan orang - orang yang pesimis, maka anda pun akan cenderung mendapatkan hal-hal yang tidak berguna. Dari orang-orang pesimis itu anda mendapatkan keluhan-keluhan dan alasan-alasan kegagalan mereka dan dari mereka akan keluar kata-kata yang negatif, seperti susah, tidak bisa, sulit dilakukan, sombong, gagal, putus asa, dan mungkin selalu berprasangka buruk terhadap keberhasilan orang lain. Orang bijak mengatakan " Orang yang paling sering mengeluh adalah orang yang paling sering dikeluhkan". Oleh karenanya sebisa mungkin kita hindari diri kita mengeluh pada orang lain.

Namun hal ini berbeda dengan orang yang bergaul dengan orang-orang optimis. Sebagian besar perilakunya selalu positif. Dan jika seseorang yang selalu optimis berbaur dengan orang-orang yang pesimis, maka dia cenderung dikatakan sombong oleh orang-orang yang pesimis karena keoptimisannya tersebut. Tapi bagi orang yang berfikiran positif, tentu kita akan mengatakan hal yang berbeda, mungkin kita bisa mengatakan "Wah, orang ini mempunyai kepercayaan diri yang tinggi,,,,". Orang-orang yang berpikir positif dan optimis, jarang sekali mengeluhkan kegagalan ataupun mengeluhkan kondisi yang ada yang tidak sesuai dengan yang diinginkannya. Jika mereka menemui kegagalan ataupun kondisi yang sulit, mereka akan mengambil hikmah dan menuai pelajaran dari hal tersebut.

Oleh karena itu, pilihlah pergaulan anda dengan baik, jika anda bergaul dengan orang yang optimis, penuh motivasi, dan selalu berpikir positif, anda pun akan demikian dan begitu juga sebaliknya,jika anda bergaul dengan orang-orang pesimis, anda akan terbawa dengan mereka.

"PILIHLAH PERGAULAN ANDA, DAN PERGAULAN AKAN MEMBENTUK ANDA" - Mario Teguh -

Monday, 19 January 2009

Alam pun Dapat Membalas

Sebuah kisah nyata yang beberapa hari kemarin saya dapatkan. Dan untuk menjaga privasi, sengaja tokoh dalam kisah ini saya sembunyikan. Dulu, di sebuah desa tinggallah sepasang kakak-adik yang sama-sama bekerja sebagai seorang guru. Kebetulan rumah mereka pun cuma depan-belakang yang hanya dipisahkan sebidang tanah untuk jalan. Saat itu orang tua mereka masih hidup dan tinggal bersama sang adik dan tanah yang di tempati sang kakak adalah masih milik orang tua mereka.

Dan sampailah pada suatu hari, karena rumah sang kakak sudah sering kejatuhan buah kelapa milik orang tuanya, kemudian sang kakak mempunyai inisiatif untuk menebang pohon kelapa tersebut, dan permintaan itu diijinkan oleh orang tuanya. Namun saat akan ditebang, tiba-tiba sang adik melarang sang kakak untuk menebang pohon kelapa. Dan berkata sang adik "kenapa tidak rumahnya (rumah sang kakak-red) saja yang pindah, itu khan bukan tanah kakak.

Dan karena sang kakak tidak ingin bertengkar dengan sang adik, maka dengan hati (yang mungkin) terluka sang kakak pun pindah. Begitu teganya sang adik 'MENGUSIR" sang kakak hanya karena sebatang kayu. Dan kurang lebih sepuluh tahun berselang, sang kakak bisa menahan emosinya. Hingga pada suatu hari, sang adik sedang menebangi ranting pohon besar, tiba-tiba kepalanya tergencet cabang pohon yang cukup besar, hingga menyebabkan sang adik kehilangan sebagian ingatannya. Dan hingga sampai saat ini pun, sang adik belum dapat berfikir seperti orang-orang pada umumnya, dan tentunya ini juga berpengaruh terhadap keluarganya.

Ada hal yang perlu kita teladani dalam kisah ini yaitu, kelapangan hati sang kakak yang mampu menerima usiran dari seseorang yang notabane-nya adalah adiknya sendiri hanya karena sebatang pohon kelapa. Selain itu bagaimana sang kakak dapat menjaga emosinya selama puluhan tahun dan bahkan sampai saat ini diapun masih memiliki rasa kasih sayang terhadap adiknya. Saya rasa hanya sebagian orang yang mampu berbuat demikian.

Selain itu, apapun yang kita lakukan di dunia ini, pasti akan menuai hasil atau akibat baik di dunia ataupun di akhirat nanti. Dan datangnya akibat dari ulah kita dapat datang dari orang lain ataupun dari alam. Dan balasan yang kita terima dari alam biasanya lebih menyakitkan.

Semoga tulisan ini dapat menjadi renungan kita, apa yang telah kita lakukan pasti akan ada timbal baliknya, dengan demikian kita akan lebih berhati-hati lagi dalam melangkah dalam menjalani kehidupan ini. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Friday, 16 January 2009

(Untitled)

Sebuah kisah yang mungkin dialami oleh beberapa rekan juga, dimana semenjak dari kecil (mungkin saat kita masih duduk di bangku Sekolah Dasar) sampai kita lulus sekolah/kuliah atau bahkan sampai saat ini. Saya memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan ayah saya, kenapa? karena saya sering dimarahin sama ayah saya, apapun hal yang saya lakukan seperti tidak ada benarnya di mata Beliau. Dan hubungan ini pun berlanjut sampai saya lulus kuliah 1 tahun silam.

Mungkin beberapa dari anda juga mengalami hal yang serupa, tetapi dengan alasan yang berbeda dari yang saya alami. Sampai akhirnya beberapa minggu yang lalu, saat Ayah saya datang ke Jakarta, seperti ada hal yang berbeda. Pada saat itu saya merasakan hal yang lain, dimana Ayah saya sudah menganggap saya sebagai orang dewasa. Mulai dari saat itu saya mulai merindukan Ayah saya, sungguh berbeda saat saya masih sekolah ataupun saat kuliah. Dengan perlahan, perasaan saya terhadap beliau juga berubah.

Dan beberapa saat yang lalu saya membaca sebuah kisah nyata yang kurang lebih sama dengan perjalanan hidup saya. Singkat cerita, di dalam cerita itu, saat sang anak berulang tahun, penyakit ayahnya kambuh dan tak tertolong lagi. Sang anak kaget, kenapa Ayahnya merahasiakan penyakitnya kepada anaknya sendiri. Kemudian sang Ibu menceritakan bahwa kalo Ayahnya tidak mau anaknya terlalu sayang pada sang Ayah, karena jika Ayahnya meninggal tentu dia akan sangat kehilangan.

Setelah beberapa hari kematian sang Ayah, Sang Ibu memberikan kado dari Sang Ayah untuk anaknya yang telah disiapkan beberapa hari sebelum kematiannya. Di dalam kado tersebut dituliskan doa dari sang Ayah yang intinya beliau memohon kepada Tuhan agar anaknya tidak diberi jalan yang lapang, tapi berikanlah dia jalan yang berliku-liku dan terjal agar anaknya tersebut dapat memahami kerasnya kehidupan dan kuat menghadapi setiap masalah yang hadir dalam kehidupannya tersebut.

Cerita yang kurang lebih sama dengan perjalanan hidup saya, namun saya masih lebih beruntung masih dapat memandang wajah Ayah saya dan menunjukkan pada Beliau bahwa inilah hasil didikannya yang patut Beliau banggakan. Bagi anda yang masih dapat melihat wajah kedua orang tua kita, nikmatilah,,,,,karena suatu saat kita akan kehilangan mereka. Bagi rekan yang sudah di tinggalkan, tunjukkanlah bahwa anda menjadi orang yang bermanfaat bagi sebanyak-banyak umat, karena saya yakin, mereka pun melihat kita di alam sana dan pasti mereka akan bangga terhadap kita.

Wednesday, 14 January 2009

Lentera Jiwa

Pernah dengar lagunya Nugie yang berjudul "Lentera Jiwa" ? lagu yang merupakan theme song bagi mereka-mereka yang dengan usaha keras mewujudkan impian yang sesuai dengan kata hati mereka. Sama seperti mereka, saya berusaha mewujudkan apa yang selama ini selalu bergema di dalam hati, seperti saat hati kecil anda mengatakan "ini benar" atau " ini salah". Itulah kata hati kecil anda, namun kadang-kadang suara ini anda redam dengan alasan-alasan.

Apapun yang anda ucapkan, diri anda akan membuktikannya, maka dari itu, katakanlah apa yang hati anda suarakan. Karena dengan demikian anda serasa tidak mempunyai beban terhadap diri anda, namun jika anda meredam suara hati anda, maka anda seolah-olah telah berbohong kepada diri anda sendiri dan orang lain.

Seperti jejak perjalanan yang ditorehkan oleh beberapa orang yang berhasil mengikuti lentera jiwanya, seperti Bob Sadino, Chef Bara, Andy F Noya, dan orang-orang terkenal dunia seperti Steven Spielberg, Oprah Winfrey, Richard Gere, dan banyak lagi orang-orang yang berhasil mengikuti kata hati mereka. Namun untuk meraih kesuksesan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Untuk meraih sukses diperlukan pengorbanan yang tidak sedikit dan proses yang tentu belum pasti kapan datangnya kesuksesan itu.

Bagi anda yang masih mencari Lentera Jiwa anda, teruslah mencari, dan yakinlah, suatu saat anda akan menemukan lentera hati anda. Seperti kata Nugie, lentera jiwa adalah suatu hal yang membuat anda senang melakukannya, dan dalam melakukannya itu anda sampai lupa waktu. Dari sinilah anda bisa menentukan apa yang menjadi lentera hati anda.

Janganlah ragu untuk menggapai lentera hati anda, yakinlah suatu saat anda bisa mencapai lentera hati yang selama ini anda dambakan. Teruslah bermimpi, karena mimpi-mimpi itulah yang menggerakkan anda untuk terus maju. Orang yang tidak mempunyai mimpi akan selalu stuck di suatu tempat tanpa berubah atau bergerak.