Wednesday, 26 November 2008

Sekedar Sharing Berita

Sekedar berbagi cerita aja, semoga cerita/berita ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Berita ini saya kutip dari http://cyberman.cbn.net.id/cbprtl/Cyberman/detail.aspx?x=Eccentric&y=Cyberman|0|0|5|418 .

Pengayuh Becak Lulus S1 dengan IPK 3,01

Sehari-hari Wawan Kurniawan (28) hanyalah seorang pengayuh becak. Namun siapa sangka pria yang biasa mangkal di depan kantor pos Purworejo itu adalah seorang mahasiswa berprestasi. Sabtu (8/11), dia diwisuda dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,01. Berikut laporannya.

Meski profesinya hanya tukang becak dengan pendapatan pas-pasan dan bahkan sehari-hari penghasilannya sering tidak bisa dipastikan, Wawan Kurniawan tetap punya prinsip dan slogan dalam hidupnya. ’’Optimistis dan jangan pernah menyerah tanpa usaha,’’ tandas warga RT 3 RW 8, Baledono Krajan, Purworejo itu.

Ya, dengan semangat itulah, dia berhasil meraih cita-citanya menjadi mahasiswa yang berprestasi. Menurut dia, pengayuh becak hanyalah profesi. Dan, dia mengaku tidak malu menyandang profesi itu. Apalagi sejak kelas satu SMA dia memang sudah mengayuh becak.

Setiap hari, pukul 05.00-pukul 17.00, pria yang lahir di Purworejo 24 Desember 1980 itu mangkal di depan kantor pos Purworejo. Sabtu (8/11), mahasiswa Fakultas Teknik Sipil di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) ini diwisuda dengan IPK 3,01. IPK tersebut tertinggi di fakultasnya.

Kemarin, dia sibuk mengurus ijazahnya karena akan digunakan untuk mendaftar CPNS di Pemkab Purworejo. Meski ada keinginan menjadi pegawai negeri, dia tetap masih punya niat melanjutkan kuliah di UGM Yogyakarta.
Bagaimana dengan becaknya? ’’Ya, itu tetap akan saya pertahankan. Saya akan jadi pengayuh becak di Yogya,’’ katanya.

Bagi dia, becak yang dipakai saat ini punya nilai sejarah tersendiri. Becak itu semula adalah milik kakaknya. Namun becak itu kemudian menganggur karena kakaknya masuk pesantren. Sejak tahun 1997, becak dia pakai untuk mencari nafkah. Tempat mangkal favorit adalah di depan kantor pos Purworejo.

Dia mengungkapkan, penghasilan sebagai tukang becak ada pasang surutnya. Terkadang dalam sehari dia tidak mendapat uang sama sekali. Akan tetapi menjelang Lebaran lalu, Wawan pernah mendapat uang Rp 100 ribu/hari.
Hasil jerih payahnya itu, sebagian dimanfaatkan untuk membayar uang kuliah, meski dia sadar seringkali penghasilannya masih kurang untuk biaya di perguruan tinggi. Seingat dia, pada tahun pertama membayar Rp 2 juta. Selanjutnya untuk biaya per semester Rp 750 ribu. ’’Ya, kalau kurang, saya pinjam teman,’’ tuturnya.

Giat Belajar
Untuk bisa belajar sambil bekerja, dia berusaha membagi waktu. Bila ada jam kuliah, dia berusaha masuk. Setelah itu kembali ke pangkalan becak. Kapan belajar? Menurut Wawan, belajar biasa dilakukan pada malam hari. Dia juga biasa membawa buku-buku kuliah di laci becak. Bila sedang tidak ada penumpang, dia memanfaatkannya untuk belajar. ’’Dulu pas ramai judi togel saya pernah dikira sedang meramal nomor. Padahal sedang belajar,’’ ujarnya.
Selama menjadi tukang becak, kata dia, tentu ada suka dan dukanya. Dia sering mengantar teman sekampus atau dosen, namun Wawan mengaku tidak malu melakukannya.

Dia juga pernah diberi uang Rp 170 ribu dari seorang warga Ngombol, Purworejo yang kini di Jakarta. Mulanya orang yang mengaku pensiunan polisi itu minta diantar dari Hotel Bagelen ke masjid di alun-alun. Ketika penumpang bertanya status dan pendidikan, dia jawab masih kuliah di UMP.

Mungkin karena merasa kasihan, penumpang menyodorkan uang Rp 20 ribu. Keesokan harinya, dia ngobrol lagi dengan penumpang itu. Wawan pun diberi uang Rp 50 ribu untuk biaya kuliah. Beberapa saat setelah itu, orang yang sama menyempatkan datang ke rumahnya dan memberikan uang Rp 100 ribu.

Tentang dukanya, menurut Wawan, dirinya pernah diminta mengantar seorang wanita ke Pasar Baledono, Purworejo. Sesampai di tempat tujuan, penumpang itu turun dan dia diminta menunggu. ’’Eh ternyata tidak nongol lagi,’’ ungkap anak ke-4 pasangan Ambari dan Chamidah itu.

Meski lahir dari keluarga kurang mampu, karena ayah dan ibunya hanya berjualan es tape di alun-alun dan di rumah, semangat Wawan perlu ditiru. (Eko Priyono-46)

Sumber: SuaraMerdeka



Weleh-weleh,,,,,IPK-nya bisa 3.01,,,,,beda dikit sama aku yang cuma 3.07,,,,,he3,,,,,buat Mas Wawan, tengkyu atas inspirasinya, semoga dapat bermanfaat bagi sebanyak-banyak umat, Amin.

Monday, 24 November 2008

Choose One Chair

Lama saya tidak baca buku, buku terakhir yang saya baca sampe habis adalah buku "Before You Quit Your Job", sebuah buka untuk kita yang ingin menjadi wirausahawan karya Robert T. Kiyosaki. Buku bukan milik saya, tetapi punya kakak saya yang juga seorang wirausahawan yang cukup sukses, walaupun sekarang agak gonjang-ganjing karena terkena dampak dari krisis global. Kemarin saya sempat tanya, dengan keadaan sekarang ini apakah dia akan meneruskan usahanya atau berhenti usaha dan mengambil jalur "aman" dengan menjadi karyawan bagi orang lain?. Dia bilang dia akan terus meneruskan usahanya, meskipun hingga akhirnya hanya akan ada dia seorang yang mengerjakaan usahanya tersebut jika adik-adik dan temannya mengambil jalur "aman".


Bagi saya ini adalah sebuah teladan seorang wirausahawan yang harus di tiru dan saya harap saya juga dapat memiliki SEMANGAT kewirausahaa, yang ada pada diri kakak saya. Bagi anda para pembaca blog ini yang juga ingin menjadi entrepreneur sejati kiranya dapat menjadi acuan untuk kita terus melangkah d jalur yang penuh resiko ini. Tapi yakinlah, setiap masalah pasti selalu ada jalan keluar, begitupun dengan keadaan ekonomi dunia saat ini.

Terus terang, motivasi saya untuk menjadi wirausaha adalah sabda Nabi yang berbunyi " Sebaik-baik umat adalah yang banyak manfaatnya bagi sebanyak-banyak umat ". Inilah yang selalu memberi kekuatan pada saya untuk terus mencoba menggeluti dunia wirausaha. Selain itu tentu ada beberapa faktor yang juga memeberi semangat, seperti saya yang tidak suka dengan rutinitas, menyukai tantangan, dan ada beberapa hal yang secara kontinu mendorong saya untuk berwirausaha.

Jika saja saya tidak memeiliki kakak seperti yang saya miliki sekarang, mungkin saya juga akan lebih memilih jalur "aman" untuk hidup saya ini. Dan Negara kita ini saya rasa hanya sedikit orang yang berani mengambil jalan yang penuh resiko. Mungkin memang pendidikan kita yang mengarahkan kita untuk menjadi "Kuli" d negara kita sendiri dan pemikiran orang tua (pedesaan) yang menginginkan anaknya bekerja d perusahaan besar. Masih banyak faktor yang membuat kita takut mengambil jalur wirausaha. Tapi saya harap akan semakin banyak wirausahawan muda Indonesia yang mampu menciptakan lapangan kerja d negara kita ini.

Meskipun kita belum bisa menggapai sukses dalam berwirausaha, tapi setidaknya kita sudah memiliki pola pikir dengan orang tua kita yang menginginkan kita jadi "Kuli". Dengan pola pikir kita yang lebih maju sekiranya dapat kita tanamkan pada anak-anak kita agar tidak menjadi "Kuli" di negera kita sendiri.
Demikian postingan saya kali ini, semoga dapat memberikan inspirasi dan motivasi untuk kehidupan yang lebih baik, Terima Kasih.

Monday, 3 November 2008

Mimpi Yang Tertunda

Juli,Agustus, September, dan Oktober gak ada postingan,,,,,,,,!!!!!! beginikah,,,,jalan hidup blog-ku,??????he2,,,kenapa aq gak bisa fokus begini ya,,,????lagi suka nulis blog blom lama dah suka yang laen lagi,,,,,gak pernah fokus,,,,,,,,,jadi g berkembang,,,,seperti yang dikatakan sahabat super saya Om Mario Teguh di TV swasta kemarin.

Kata Om Mario Teguh kalo kita mau sukses, kita harus fokus,,,,,Benarkah???aku rasa ad benarnya juga sie,,,buktinya,,,,,???blog-ku ini,,,,,karena sibuk m kerjaan jadi g fokus m blog aku yg aq arepin bisa ngedapetin duit dr google adsense,,,,,he2,,,sapa tau dapet,,,,,,,tp kayaknya jauh dari impian ni,,,,blog gak pernah d urus masa mau menghasilkan duit,,,,,,,,,


Aku masih bingung juga sie,,,,mau menekuni dunia maya,,cari duit dari dunia maya,,,kerja d dunia maya ato pilih dunia nyata aja,,,,kalo gini terus kapan berhasilnya ya,,,,,,he2,,,,,kayaknya postingan ini malah membuka borokku sendiri nie,,,,,,aku yg biasanya optimis,sekarang jadi dilema begini,,,dilema menentukan jalan hidup mana yang akan d jalani,,,,,,,,huh,,,,,,,adakah yang mau kasih saran , pendapat, comment, solusi ato apa aja deh,,,,ngasih duit jua boleh,,,,he2,,,,,

Tapi aku sangat bersyukur dengan posisiku saat ini,,,,aku memiliki pilihan,,,,aku diberi kesempatan untuk memilih,,,,karena kalo lihat temen seperjuanganku,,,mereka tidak memiliki pilihan-pilihan, aku bersyukur karena di hadapakan pada pilihan-pilihan tentang hidup yang aku inginkan, dan sekarang saatnya memilih jalan hidup.

Tapi saya kira hal itu akan terjawab seiring berjalannya waktu,,,,kata kakakku,,,2-3 tahun mendatang adalah masa untuk menentukan pilihan jalan hidup, tapi belum tentu akan selama itu atopun mungkin lebih dari itu,coz jalan hidup khan sudah ada yang mengatur, kita tinggal jalani dan berusaha sebisa mungkin, soal hasil,,,,kita serahkan pada yang maha kuasa,,,he2,sok alim,,,,,,,tp gpp deh,,,,,

Kira-kira sobat yang baca ini sudah tau belum apa makna dari tulisanku,,,ato mungkin pesan dari postinganku?aku sendiri juga tidak tahu,,,,,he2,,,cobalah teman-teman cari sendiri pesan yang ada dalam postinganku kali ini ya,,,,,,,,,,,,kirimkan lewat comment juga boleh,,,,,,,,,he2,,,,

TErima KAsih semuanya,,,,,,,,SALAM SUPER,,,,,,,,,,,,